komposter takakura pertamaku (coba2)
Saya seperti mendapatka anugrah yang besar karena belakangan ini kok saya seperti mendapat pencverahan tentang pentingnya melindungi alam. Terkadang mungkin dalam hati terbersit keinginan untuk ikut melestarikan lingkungan tapi tidak tahu dan tidak cari tahu bagaimana caranya. Baru2 ini ketika saya menemukan cara mengolah sampah sekaligus pengomposannya menjadi pupuk, saya jadi semangat. Karena kalo dipikir2 kita setiap hari menghasilkan sampah organik maupun non org yang tdk sedikit jumlahnya. Bayangkan saja apabila semua orang membuang sampah seenaknya, dimana saja. Padfahal kita tahu ada sampah yang tidak bisa terurai seperti plastik akan bercampur dgn sampah organik yang lama membusuk dan mengeluarkan bau. Akhirnya sampah itu bersatu dan membentuk bahan baru yang membutuhkan banyak energi untuk membuang atau mengolah. Padahal kalo saja sejak awal sampah2 itu sudah dipisah maka kita sdh banyak menghemat energi karena pertama sampah plastik tetap bertahan bersih dan kering jadi bisa langsung dijual oleh pemulung tanpa harus dicuci yang tentunya boros energi air dan tenaga. Kedua sampah organik bisa langsung dipisah ke dalam komposter2 di rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk, dimana dapat langsung bermanfaat bagi tanaman sebagai pupuk. Bahkan di dlm alqur'an dikatakan bahwa tidaklah sia2 Allah menciptakan semua ini. Dan ayat yang mengatakan sesungguhnya kemubajiran itu adalah perbuatan syetan. Maka dari itu saya ingin sekali memulai dari diri sendiri dulu untuk segera memilah sampah. Caranya mudah asal ada kemauan dan niat insyaAllah bisa. Saya membeli keranjang takakura dari sebuah distributor alat2 komposter sekaligus bor biopori. Maksud saya adalah komposter takakura untuk penempungan sampah sisa makanan spt nasi,sayuran(airnya sudah tiris),kulit buah(yang tidak keras)-semua itu dimasukkan kedlm komposter dalam bentuk kecil2 (harus diiris/dicacah dulu). Sedangkan lubang biopori saya buat selain untuk resapan air hujan juga sebagai komposter untuk menampung sampah organik dari halaman spt daun2an, sisa kotoran kelinci segar, sampah2 organik yang ukurannya belum saya potong. Setelah berjalan sekitar 1 minggu lebih semua masih berjalan. Beberapa hari yang lalu sampah kertas dan plastih yanhg saya pisahlan sudah kuberikan kpd pemulung. Ternyata baru satu minggu hasilnya banyak. Kutanya pada pemulung ternyata sampah itu bisa terjual olehnuya. Senang rasanya mendengar benda yang terasa tak berguna bagi kita namun dengan sedikit upaya kita untuk leb ih perduli dengan memilah2 nya maka bisa berarti buat orang lain. Mudah2an ini bisa bermanfaat sebanyak2nya bagi kita semua. Amiin...thanks Allah...
Langganan:
Komentar (Atom)